Notice: Trying to get property of non-object in /home/datc6163/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/src/generators/schema/article.php on line 52

Hj. Ratna Sitepu : Bank Sampah Lebih Cocok untuk Kampanye Kebersihan

DataMedan,- Program Bank Sampah yang selama ini belum dilakukan maksimal bisa menjadi salah satu program yang baik. Kampanye Bank Sampah dinilai akan sangat baik dilakukan dimasyarakat daripada mengedepankan kampanye yang mengedepankan denda seperti yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 6/2015 tentang Pengelolahan Persampahan.

“Saya kira bukan zamannya lagi warga ditakuti dengan denda. Pada pelaksanaannya terkadang aturan yang sudah dibuat itu di langgar,” jelas Anggota DPRD Medan Hj.Ratna Sitepu kepada wartawan di Medan, baru-baru ini.

Dikatakan Ratna, didalam Perda tersebut diamanatkan dimana bila seseorang itu membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 10 juta atau  kurungan 3 (tiga ) bulan Badan.

“Masyarakat sudah tidak mempan lagi ditakut-takuti dengan denda dan hukuman. Kita harus cari cara lain mengajak warga untuk ikut memperbaiki lingkungannya dengan program program yang menyentuh,” jelasnya.

Untuk itulah, politisi muda Partai Hanura Kota Medan ini menilai kampanye terkait kebersihan dan sampah harusnya dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang unik.

“Contohnya saja Bank Sampah yang digagas di Kecamatan Medan Baru, dimana masyarakat diajak melakukan program kebersihan dan bebas sampah, sekaligus masyarakat juga bisa mendapatkan keuntungan dari sampah,” jelas.

“Sampah bisa jadi Emas” yang digagas di Kecamatan Medan Baru bersama Pegadaian, kata Ratna adalah salah satu cara yang sangat baik dalam upaya menciptakan terobosan dalam mendukung Kota Medan sebagai Kota bersih.

“Warga sudah jenuh dengan kampanye barbau denda, kampanye seperti ini (Bank Sampah-res) harus terus digalakan sehingga warga bisa cerdas tanpa harus ditakut-takuti,” jelasnya.

Dikatakan Hj.Ratna, Bank Sampah adalah solusi yang cerdas dimana warga juga diajak meningkatkan nilai sampah. Selama ini sampah dianggap tidak bernilai.

“Dengan Bank Sampah, barang yang tadinya dianggap tidak bernilai menjadi bernilai,” jelasnya.

Share DataMedan

Leave a Reply