Wow !, Sampah Plastik Paling Banyak Ditemukan di Indonesia

DataMedan,-Letak Indonesia yang berada di jalur perlintasan menimbulkan kemungkinan menjadikannya lokasi terbesar sampah plastik yang menyebabkan pemutihan terumbu karang, kata pemerintah Indonesia menanggapi laporan yang dimuat jurnal Science.

“Sampai dengan saat ini masih dilakukan upaya pencermatan kembali sampah-sampah plastik ini dari mana saja karena Indonesia merupakan jalur lintas, jalur lintas Asia dan Australia, apakah sampah-sampah ini itu berasal dari Asia Selatan atau dari mana, kita sampai sekarang juga belum memastikan,” kata Djati Witjaksono Hadi, kepala biro hubungan masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kependudukan.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Thailand, Myanmar, Kanada terhadap 159 terumbu karang dari tahun 2011-2014 di Asia Pasifik menyebutkan plastik paling banyak ditemukan di Indonesia, 26 bagian per 100m2 terumbu, dan paling sedikit ditemukan di Australia.

Limbah plastik mematikan terumbu karang karena sampah yang menempel atau berada di permukaan laut menghalangi masuknya sinar matahari, sehingga fotosintesa tidak terjadi atau terganggu, kata Giyanto, peneliti terumbu karang, Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

“Salah satu faktor dari pertumbuhan terumbu karang itu sendiri cahaya matahari. Kalau begitu banyak sampah plastik yang masuk ke perairan, di mana ekosistem terumbu karang itu ada, itu tentu saja akan menghalangi, karena di dalam karang itu ada alga, alga zooxanthellae, untuk proses fotosintesisnya itu dia perlu cahaya matahari.”

Terumbu karang Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Para ahli memandang Coral reefs menjadi rusak karena peningkatan suhu akibat perubahan iklim, selain polusi seperti sampah plastik.

Wilayah Papua merupakah salah satu tempat yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia bagi pemulihan kondisi terumbu karang, kata Djati dari LHK, selain Kepulauan Seribu.

“Tahun 2018 ini kita akan coba untuk memulihkan ekosistem pantai yang mengalami kerusakan, terumbu karang yang terganggu … mungkin dua kawasan dulu yang diprioritaskan. Kemarin yah di wilayah dekat Papua … yang lain di sekitar utara Jakarta, seputar utara Jawa.”

Pembersihan terumbu karang memang menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kerusakan, selain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut.

“Yang utama kan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah, tidak hanya sampah plastik, tetapi semua sampah. Memang di antara sampah-sampah plastik yang berbahaya karena dia tidak terurai. (Kemudian) Pembersihan sampah-sampah plastik di sekitar perairan ekosistem terumbu karang,” kata Giyanto dari LIPI,

Sekitar 70% sampah di Indonesia berasal dari kegiatan rumah tangga.Tetapi pemerintah menghadapi kesulitan dalam menerapkan peraturan hukum untuk menindak, karena sulitnya menangkap tangan pelaku, kata Djati dari LHK.

“Punishment ini bagi masyarakat atau perorangan. Nah ini masih agak repot kita untuk menyampaikan, mengenakan itu karena untuk mengenakan sanksi kan mestinya harus tertangkap tangan, begitu saat mereka mau membuang sampah ke laut ada bukti, ada saksi, itu baru kita bisa langsung dikenakan,” Djati menjelaskan.

Saat ini terdapat UU 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menjadi dasar penerbitan sejumlah peraturan pemerintah dan daerah.

source : bbcindonesia

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan