Kerap Ingkar Janji, RS Martha Friska Tak Kunjung Bayar Honor Dokter Spesialis

Medan,- Mantan dokter spesialis Rumah Sakit (RS) Martha Friska Pulo Brayan mengadukan nasib mereka ke anggota Komisi B DPRD Medan, Irsal Fikri.Mereka sangat berharap pihak DPRD Medan mampu menjembatani persoalan belum terbayarnya honor mereka oleh RS Martha Friska.

Bahkan, menurut penuturan dr Denny Rifsal Siregar SpB(K), bukan hanya mereka tetapi honor puluhan dokter di RS Martha Friska juga belum terbayar.

“Parahnya, ada dokter yang sampai meninggal pun honornya belum dibayar oleh RS (Martha Friska), ” katanya saat mengadukan perihal itu kepada anggota Komisi B Irsal Fikri, Rabu (26/09/2018).

Kedatangan lima dokter itu, yakni, dr Okti Trihandini, Denny Rifsal Siregar, dr Dudi Aldinasyah, Dr Balqis Tora dan dr Khairil Amin menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan.

“Baik itu melalui kuasa hukum kami, ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun sudah kami laporkan.Dan, ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) udah kami layangkan.Hanya saja kami terbentur karena pihak RS Martha Friska tak mau mengeluarkan pernyataan hutang ke kami (dokter), ” keluhnya.

Kepada Irsal dr Denny juga menyebutkan kalau pihak RS Martha Friska terlalu sering berjanji kepada mereka untuk segera melunasi honor pada saat pembayaran klaim dari BPJS sudah terbayar.“Namun, sudah setahun lebih sejak Mei 2017 lalu honor kami belum dibayar yang dihitung-hitung hampir ratusan juta, ” katanya.

Menyikapi itu Irsal Fikri bereaksi keras terhadap persoalan belum dibayarnya honor para dokter di Rumah Sakit (RS) Martha Friska, Pulo Brayan, selama setahun belakangan. Oleh karena itu, apabila tak juga dibayar pada tahun ini, maka direkomendasikan untuk ditutup.“Kalau nantinya tidak diselesaikan oleh rumah sakit atau tidak dibayar juga pada tahun ini, maka kita rekomendasikan untuk ditutup,” katanya.

Diutarakan Irsal, pihak rumah sakit harus membayar tahun ini karena pihak BPJS Kesehatan telah membayarkan klaim. Tetapi kenapa, belum juga diterima para dokter.“Jadi, secepatnya harus dibayarkan dan jangan sampai berlarut-larut sehingga utang rumah sakit semakin bertambah,” ucapnya.

Ia menyebutkan persoalan ini segera disampaikan kepada pimpinan Komisi B DPRD Medan, agar segera melayangkan pemanggilan kepada manajemen rumah sakit tersebut untuk meminta penjelasan.

“Pada prinsipnya saya akan terus memperjuangkan masalah ini, karena sangat ironis pihak rumah sakit belum membayarkan honor dokternya selama setahun. Bagaimana rumah sakit tersebut mau menjamin pelayanan kesehatan pasien, sementara kewajibannya tidak dipenuhi,” sebut Irsal.

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan