PDGI Cabang Sergai Gelar Bakti Sosial

Sergai, – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sergai menggelar Bakti Sosial yang digelar pada 24 – 25 April 2019 dengan tema “Gigi Sehat, Senyum Cemerlang, Demi Hidup Berkualitas”.

Dalam opening ceremony kegiatan tersebut, drg. Hj. Tatik Iswandari, M.Kes selaku panitia kegiatan melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut Rakernas PDGI ke-XII dan Seminar Ilmiah Nasional Tahun 2019 yang salah satunya adalah melaksanakan jadwal kegiatan PDGI Nasional dengan menggelar kegiatan Bakti Sosial PDGI Sergai pada tanggal 24-25 April 2019.

Tujuan kegiatan ini kata Dia, selain menimbulkan rasa kepekaan dan kepedulian sosial PDGI kepada masyarakat sekitar, juga meningkatkan kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, serta mengurangi angka penderita penyakit gigi dan mulut di masyarakat Sergai.

“Bakti Sosial ini dilaksanakan gratis untuk seluruh masyarakat meliputi penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan gigi dan mulut, sikat gigi massal, pencabutan gigi anak dan dewasa, serta pembersihan karang gigi”, ucapnya.

Target dan sasaran kegiatan yang digelar PDGI Sergai hari ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Batang Terap Kecamatan Perbaungan dengan sasaran 300 siswa untuk penyuluhan dan sikat gigi massal, serta 500 pasien anak dan dewasa untuk kegiatan bakti sosial.

Sementara pada 25 April digelar bakti sosial untuk masyarakat Kecamatan Pegajahan dengan sasaran 200 siswa dan 300 pasien anak/dewasa.
Acara juga diisi dengan perlombaan apresiasi gigi sehat untuk siswa sekolah dasar se-Kabupaten Sergai.

Ketua Pengurus Wilayah PDGI Sumut drg. M. Sahbana, M.Kes mengapresiasi atas kegiatan ini dan ucapan terimakasih kepada teman-teman PDGI serta penghargaan atas perhatian Bupati beserta jajaran Pemkab Sergai pada hari ini kita melaksanakan bakti sosial di Kabupaten Sergai.

Bagi kepengurusan Sumatera Utara, kegiatan ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumatera Utara juga menggelar bakti sosial yang sama di Berastagi Kabupaten Karo.

“Dapat kami sampaikan bahwa untuk Sumatera Utara memiliki sekitar 1.200 orang dokter gigi yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota, namun dari jumlah itu, sekitar 1.000 berdomisili di Medan. Ini artinya persoalan distribusi dokter gigi wilayah Sumatera Utara memang belum merata masih menumpuk di satu daerah saja, padahal banyak daerah yang membutuhkan dokter gigi”, katanya.

Persoalan kendala teknis atau kendala penyerapan tenaga kerja dokter gigi yang belum bisa terserap secara baik, sehingga pelayanan untuk masyarakat hendaknya menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah.

Sementara sambutan Bupati Sergai Ir H Soekirman mengungkapkan lebanggaan dan apresiasi atas kerja PDGI dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan hari ini.

“Untuk dokter gigi secara pribadi saya sangat mengapresiasi profesi dokter gigi tersebut karena kesehatan gigi dan mulut sangat bergantung kepada mereka”, ucapnya.

Begitu pentingnya kesehatan gigi bagi kita sebab gigi dan gusi yang rusak dan tidak terawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya.

Dikatakannya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa 25,9% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru 31,1% yang menerima perawatan dan pengobatan dari tenaga medis gigi. Selain itu perilaku menyikat gigi penduduk Indonesia untuk usia >10 tahun terbilang rendah, yaitu hanya 27,3% menyikat gigi sebelum tidur, serta 97,7% tidak benar dalan menyikat gigi.

Sejalan dengan momen selesainya pemilu 2019, bakti sosial ini juga merupakan program pelayanan kesehatan masyarakat dan bukti hadirnya negara ditengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan suatu bentuk kontribusi kepada masyarakat melalui ruang lingkup yang kecil diharapkan nantinya akan dapat menjangkau ruang lingkup yang lebih luas lagi yaitu seluruh masyarakat Kabupaten Sergai, sehingga dapat terwujud secara maksimal cita-cita PDGI sebagai praktisi kesehatan yang bertanggung jawab terhadap profesinya.

Lebih lanjut, guna mensukseskan cita-cita tersebut tidak dapat hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja, namun juga peran lintas sektoral, dunia usaha, tokoh masyarakat, agama, akademisi, profesi dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan komitmen dan peran serta dalam bergotong-royong meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Harapannya dengan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan guna membangkitkan rasa tanggung jawab bahwa sehat harus diawali dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Jika hal tersebut dapat kita lakukan, maka predikat Kabupaten Sergai yang Sehat akan mudah kita raih, sebab dengan masyarakat sehat, produktifitas akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(DM/02)

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan