DPRD: Pengaspalan Jalan Harus Dibarengi Perbaikan Drainase

Medan, Komisi IV DPRD Kota Medan menyesalkan tidak adanya koordinasi pengaspalan jalan dan perbaikan drainase di Jalan Pales VII, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Pengaspalan jalan yang dilakukan harus dibarengi dengan perbaikan drainase,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, ketika bersama anggota komisi turun ke lokasi, Senin (27/1/2020).

Paul menyebutkan, pengaspalan yang ditolak warga Pales VII saat itu merupakan kelebihan pengaspalan di Pales VI.

“Kalaupun diteruskan pengaspalan saat itu, hasilnya pasti tidak akan maksimal mengingat drainase yang ada di sepanjang jalan itu juga tidak bagus. Harusnya pengaspalan jalan berbarengan dengan perbaikan drainase, sehingga jalan yang diaspal bisa bertahan lama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dedy Aksyari Nasution, menyebutkan pengaspalan jalan yang dilakukan akhir tahun kemarin merupakan kelebihan proyek pengaspalan di Pales VI.

“Kalau melakukan pengaspalan, hendaknya mengikuti tahapan yang seharusnya dilakukan. Seperti pembersihan jalan dari tanah dan sampah lainnya, menimbun jalan yang berlubang dan memberi pelingkut agar aspal bisa lengket benar. Nah, sementara itu, pengerjaan yang dilakukan pemborong saat itu, menurut warga tidak sesuai prosedur sehingga dihentikan. Dinas PU segera memperbaiki jalan tersebut dengan benar,” pintanya.

Salah seorang warga, Luther Sitepu, kepada wartawan mengatakan warga pada dasarnya sangat senang jalan diaspal, karena jalan itu selama ini sudah banyak yang rusak dan berlubang.

“Saat diinformasikan akan diaspal, warga menyatakan kegembiraannya karena sebentar lagi jalan mereka akan mulus kembali,” kata Luther.

Namun, sebut Luther, kegembiraan warga segera sirna saat jalan mulai diaspal. “Pekerjaan pengaspalan sudah dilakukan sepanjang 100 meter, namun saat pengaspalan, di badan jalan masih dipenuhi tanah sisa galian parit beberapa waktu lalu. Pihak pemborong tidak membersihkan tanah dari badan jalan dan langsung melakukan pengaspalan ” katanya.

Warga, sambung Luther, khawatir jalan tersebut tidak akan bisa bertahan lama karena kalau tanah itu ikut diaspal akan mudah terkelupas. Melihat itu, puluhan warga secara beramai-ramai turun ke jalan melakukan protes atas pekerjaan yang sedang dilakukan.

“Karena protes warga tidak diindahkan dan pemborong tetap melakukan pengaspalan diatas badan jalan yang berlapis tanah, warga segera melakukan tindakan dengan mengusir pemborong dari lokasi pengaspalan,” katanya.

Leave a Reply