Sumut Defisit Daging, Menteri Pertanian Launching Si Komandan

Sergai, DataMedan.com, – Sumatera Utara dinilai masih mengalami defisit daging sapi sebesar 6.140 ton/tahun. Karenanya impor sapi dan daging kerbau dilakukan untuk memenuhi kekurangan tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sabrina di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya di Serdang Bedagai Kamis siang tadi (20/2/2020), mengatakan impor dilakukan untuk memenuhi kekurangan itu.

“Impor sapi sebanyak 35.000 ekor dari Australia serta daging kerbau sebanyak 1.500 ton/tahun didatangkan dari India,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sabrina di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Serdang Bedagai, Kamis (20/2).

Ia mengatakan, selama ini Sumatera Utara telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memotivasi peternak ntuk berinovasi dalam pengembangan sektor peternakan dalam peningkatan kesejahteraan peternak. Secara umum, katanya, untuk menggambarkan indikator kesejahteraan peternak dapat dilihat dari nilai tukar petani (NTP).

“Untuk sektor peternakan tahun 2019 sebesar 114,91%. dan tahun 2023 diharapkan sebesar 116,81 %,” ujarnya.

Untuk memenuhi kecukupan pangan asal ternak juga telah dilakukan upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak, melalui program optimalisasi reproduksi ternak sapi dan kerbau dengan inseminasi buatan, membuka akses pembiayaan bagi peternak, perlindungan dan pemberdayaan bagi peternak dan perbaikan infrastruktur peternak.

“Tahun 2017 telah dicanangkan program upaya khusus sapi dan kerbau wajib bunting (upsus siwab) dan kini dikuatkan program Sikomandan. Dari program tersebut telah terlapor anak-anak sapi dan kerbau yang lahir sebanyak 117.594 ekor,” ungkapnya.

Sabrina menambahkan, untuk mengakomodir akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan, Menteri Pertanian telah menargatkan capaian penyaluran kur untuk sub sektor peternakan tahun 2020 sebesar Rp 9,01 triliun. Untuk Sumut, penyaluran KUR subsektor peternakan di sebesar Rp 183,7 miliar.

“Pada hari ini akan dilakukan launching KUR nasional sebesar Rp 15 miliar,” cetusnya.

Di tahun 2019, jumlah peserta asuransi usaha peternakan sapi/kerbau yang ditargetkan sebesar 5.500 ekor namun pencapaiannya 9.595 ekor atau 174, 44%. Ia mengaku, hal tersebut menunjukkan tingginya mina peternak di Sumut agar ternaknya mendapatkan perlindungan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, setiap tahun Indonesia membutuhkan 1 juta ekor. Dengan besarnya kebutuhan itu, hal tersebut menjadi peluang bagi peternak. Apalagi untuk kebutuhan lahan dan sumber daya dari pakan ada di sekitar.

“Fasilitas di diperbankan lewat Kredit Usaha Rakyat, asuransi peternakan sudah tersedia. Dengan demikian kemudahan ini dapat didorong kepada rakyat melalui pemerintah daerah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mencapai target swasembada itu membutuhkan waktu. Tidak mudah untuk menghadirkan 1 juta ekor sapi.

“Ini hari sudah melihat bahwa 100.000 lebih hadir dalam 1 tahun di sini dari hasil inseminasi buatan. Diharapkan target swasembada lebih cepatb tercapai lebih bagus. Tapi mempbutuhkan metodologi dan manajemen tambahan dari hulu ke hilir,” pungkasnya.

Bupati Sergai, Soekirman mengatakan, beberapa tahun yang lalu di Sergai diadakan program sapi wajib berkembang biak, hingga pada hari ini hasilnya bisa memanen pedet (anakan sapi).

Oleh karenanya, melalui program ini Ia mengharapkan satu Desa satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sehingga dapat mencapai semua target yang telah direncanakan.

” Kami mohon petunjuk , bimbingan dan arahan dari Bapak Menteri. Hal ini dikarenakan Sergai adalah daerah agraris dengan banyak perkebunan persawahan, perkebunan PTPN maupun swasta”, ujar Soekirman

Ia menambahkan, dari segi perkebunan di Sergai telah menghasilkan kecambah sawit yang diekspor ke luar negeri. Seperti di kebun PT. Socfindo, telah diperkenalkan hingga ke Tanzania – Afrika dan di ekspor hingga ke kancah internasional.

Tentang kecambah kelapa sawit yang sudah teruji. Selain itu juga Sergai menjadi pilot project tanaman sekaligus produksi sorgum yang kini telah dibudidayakan.

“Ke depannya pohon tanaman Sorgum akan dijadikan pakan sapi dan kambing sehingga sapi milik masyarakat dapat terjaga nutrisinya dengan mengkonsumsi tanaman ini”, pungkasnya.(DM/02)

Share DataMedan

Leave a Reply