Siaga Virus Corona, Pemkab Sergai Liburkan Sekolah Mulai 19 Maret Hingga 03 April 2020

Sergai, DataMedan.com – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) akhirnya memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar diseluruh satuan pendidikan PAUD, TK, MI,SD dan SMP/MTs mulai tanggal 19 Maret hingga 03 April 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil mengingat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah mengeluarkan status Siaga Darurat COVID-19 sehingga Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat juga menetapkan status Siaga Darurat COVID-19.

“Mengingat perkembangan dan penyebaran COVID-19 yang semakin meluas dan memprihatinkan, maka Pemkab Sergai mengeluarkan surat edaran Bupati Sergai Nomor 18.11/421/1604/2020 Tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Satuan Pendidikan”, kata Bupati Sergai Ir.H. Soekirman dalam keterangan Persnya melalui Sekda Faisal Hasrimy di Aula Literasi Dinas Pendidikan Sergai, Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Rabu (18/03/2020).

Surat Edaran itu berisi antara lain, meliburkan kegiatan belajar mengajar diseluruh satuan pendidikan PAUD, TK, MI,SD dan SMP/MTs mulai tanggal 19 Maret s/d 3 April 2020.

Selain meliburkan sekolah Bupati meminta Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, agar tetap bertugas dan melakukan kegiatan gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah, dan proses belajar mengajar terus dilakukan secara daring, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga anak-anak tetap mendapatkan pengajaran yang diperlukan.

Kemudian, meminta agar kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, baik satuan pendidikan, maupun kelompok masyarakat dihentikan untuk sementara waktu.

Dan lelaksanaan US SD dan UNBK SMP, menunggu edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta menghentikan sementara waktu penggunaan mesin finger print untuk presensi kehadiran dan dilaksanakan secara manual.

Bupati juga meminta agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tidak mengikuti kedinasan di luar daerah dan selama libur sekolah, kepala sekolah dan guru-guru memfasilitasi pembelajaran siswa dalam jaringan (daring) dengan email maupun media sosial WhatsApp, Facebook atau Instagram.

Untuk penilaian terhadap siswa sendiri, dilakukan dengan metode penilaian penugasan dengan tidak melakukan tatap muka langsung. Jika tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengalami flu, pilek, demam dan batuk maka segera memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat.

Ia juga meminta sekolah menginformasikan kepada orang tua siswa agar tidak membawa siswa ke tempat keramaian dan keluar daerah jika tidak mendesak.

Sementara itu Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik mengatakan, setelah memantau dan melihat perkembangan pelajar selama beberapa hari ini maka diambil keputusan untuk meliburkan sekolah.

Langkah ini akan segera ditindaklanjuti untuk disampaikan kepada seluruh PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs mengingat terdapat 473 SD Negeri dan Swasta, 90 SMP Negeri dan Swasta dengan jumlah siswa SD 73.000, dan jenjang SMP terdapat 3.000 siswa, sedangkan TK/PAUD berjumlah 12.200 siswa.

Ia juga menegaskan agar Guru tetap melaksanakan tugas dengan membersihkan lingkungan sekolah serta menyampaikan sosialisasi serta himbauan menjaga kebersihan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

“Kami juga berharap nantinya Satpol-PP dapat mengamankan para siswa pada jam sekolah yang mungkin berada di lokasi rekreasi ataupun warung internet dalam rangka menyelamatkan anak bangsa, yang akan menjadi tindakan penyelamatan bagi seluruh bangsa ini”, ujarnya.(DM/02)

Share DataMedan

Leave a Reply