Dinilai otoriter Karena Skorsing 9 Mahasiswa Di Stihma, puluhan mahasiswa ini adukan nasib ke DPRD Asahan

Asahan,DataMedan-Puluhan mahasiswa Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan(STIHMA) terkait diskorsingnya 9 Mahasiswa selama dua semester secara sepihak, lantaran menuntut pemberlakuan sistem perkuliahan daring (online) kepada pihak kampus pada 30 Maret 2020 lalu. Dikarenakan kampus tersebut masih melakukan kuliah aktif di situasi pandemi covid 19.

Puluhan mahasiswa tersebut menyampaikan rasa kekecewaan nya di kampus stihma namun pihak yayasan kampus tidak merespon aktif unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa itu akhirnya keluar mahasiswa tersebut beranjak mengadukan nasibnya di kantor DPRD Asahan Senin (22/6/2020).

Dalam orasi Sukri Siagian salah satu orator berharap DPRD Asahan mampu menjembatani nasib mahasiswa yang diskorsing ini agar 9 Mahasiswa dapat berkuliah seperti biasanya dimana para pendemo menilai bahwa pihak kampus stima melakukan tindakan otoriter dengan melakukan tindakan mencabut Bidikmisi mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut serta pecat 2 dosen tetap yang dituduh sebagai dalang aksi unjuk rasa sebelumnya.

“mereka mencabut Bidikmisi terhadap mahasiswa yang melakukan demo tanpa memiliki dasar inikan sangat memalukan dan kami meminta DPRD Asahan agar menyelesaikan persoalan ini karena ini sudah masuk ke ranah pendidikan,”ungkap Sukri Siagian.

Sukri Siagian berharap agar DPRD Asahan harus membantu kami sebagai mahasiswa agar Ketua STIHMA Kisaran agar menganulir keputusannya. Sebab kebijakan sepihak pihak kampus itu dinilai telah mengangkangi hak berpendapat di tempat umum sesuai Pasal 28 UUD 1945.

“Kami minta ketua STIHMA untuk bertanggung jawab. Kami minta surat skorsing itu dicabut mengingat mahasiswa lain sudah ujian, jadi pikirkan juga nasib sembilan mahasiswa yang diskorsing itu,” sebutnya.

Menyambut tuntutan mahasiswa tersebut, Ketua DPRD Asahan, Baharuddin Harahap berjanji akan segera memanggil pihak terkait demi menyelesaikan permasalahan ini.

“Mohon bersabar dengan surat yang disampaikan ini, akan kami undang pihak terkait. Akan kami tanyakan formula penyelesaiannya. Jangan ada sembilan mahasiswa STIHMA Kisaran yang terzolimi. Kami akan berusaha dan bekerja karena kami wakil dari adik-adik semua,” jelas Baharuddin.(DES/DM)

Leave a Reply