Politik

H.Ansory Siregar: Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara Adalah Fondasi Bangsa

Kisaran,- Anggota DPR RI H. Ansory Siregar, Lc kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Mulia Kisaran, Senin (28/9/2026), itu menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Ansory menegaskan bahwa Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara harus terus diperkenalkan, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat Pilar berbangsa ini harus dihunjamkan kembali kepada anak-anak bangsa agar mereka mengerti, memahami dan merasakan maknanya dalam setiap tindakan,” kata Ansory.

Menurut dia, penguatan nilai kebangsaan menjadi semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi yang membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam sosialisasi itu, Ansory juga menekankan pentingnya membangun rasa nasionalis** di tengah masyarakat. Menurutnya, nasionalisme merupakan salah satu modal penting bagi Indonesia untuk terus bergerak menuju kemajuan.

“Nasionalisme adalah tangga menuju kemajuan bangsa Indonesia ke depan, apalagi di tengah hadangan arus globalisasi,” ujarnya.

Ansory juga menyinggung sejumlah persoalan ekonomi dan kebijakan yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama. Ia menyoroti adanya kekayaan warga negara Indonesia yang disimpan di perbankan luar negeri serta menyampaikan pandangannya mengenai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Menurut Ansory, regulasi tersebut dinilainya lebih banyak mengakomodasi kepentingan pengusaha dan pemilik modal, sementara kepentingan buruh atau pekerja perlu mendapat perhatian lebih besar.

Dalam kesempatan itu, Ansory menjelaskan bahwa kegiatan Sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tugas anggota MPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. “Setiap anggota MPR memiliki tugas untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI,” jelasnya.

Ansory kemudian memaparkan empat pilar yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengamalkan keempat pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Keempat pilar ini harus kita jaga dan pelihara bersama sebagai rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ansory menjelaskan, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara tidak cukup hanya dipahami secara teoritis. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, semestinya diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk memperkuat pemahaman mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika, Ansory kemudian mengundang empat peserta yang berasal dari latar belakang suku dan bahasa berbeda untuk maju ke panggung.

Keempat peserta tersebut diminta menyampaikan pidato menggunakan bahasa daerah masing-masing. Aksi tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai keberagaman Indonesia yang tetap dapat disatukan dalam satu bangsa.

“Lihatlah betapa indahnya semboyan kita. Bahasanya lain-lain, tetapi kita tetap bersatu. Inilah Bhinneka Tunggal Ika,” kata Ansory.

Ia berharap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, serta memperkuat rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan