Bupati Sergai Hadiri Workshop Peningkatan Mutu Guru PAUD

Sergai, datamedan.com, – Bupati Sergai Ir.H. Soekirman menghadiri Workshop Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Sergai PAUD) se- Tahun 2020, Wisma Karina Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin, (10/02/2020).

Dalam kesempatan itu Ia berharap kepada Guru PAUD agar dapat melakukan pekerjaan dengan selaku tenaga pengajar dengan mengedepankan banyak bekerja daripada bicara.

“Saya berharap jadilah tipe guru yang sedikit bicara banyak bekerja dan bukan banyak.bicara tetapi sedikit bekerja. Belajar dengan gembira, namun apa yang dipesankan, sejalan dengan yang dikerjakan agar hasilnya seperti yang diharapkan”, ucap Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada yayasan Adiluhung yang telah bersedia memberikan ilmu pengajaran bagi guru PAUD di Sergai. Pertemuan ini sangat bermanfaat ibarat ponsel yang telah diisi ulang baterainya untuk pendidikan karakter sebab itulah yang utama.

“Bagi orang yang pernah dan masih menjadi guru, apresiasi yang tak terhingga kami berikan sebab jasa guru tiada tara dan tak ternilai harganya. Saya seharusnya masih tugas luar terkait Penghargaan Kebudayaan Hari Pers Nasional yang disebut sebagai Kabupaten yang ramah budaya. Prestasi ini adalah berkat jasa besar guru terutama Guru TK dan PAUD”, ucap Bupati.

Olehkarena itu Ia mengingatkan agar Guru PAUD tidak lupa menggunakan komponen dasar dalam bekerja yakni logika, etika dan estetika.

“Sesuatu yang tidak logis karena sering dikembangkan meski hoax dapat dianggap menjadi logis. Maka tugas guru PAUD adalah membentuk logika yang etis, agar anak-anak memiliki etika yang berdasar logika. Kemudian jika sudah memenuhi dua unsur tadi, maka akan terbentuk seni dan keindahan yang disebut estetika”, katanya.

Bupati menuturkan membangun infrastruktur memang penting, namun membangun karakter anak didik jauh lebih penting. Jangan terfokus hanya kepada persoalan yang kasat mata, namun ada nilai yang paling mendasar yaitu karakter.

Dengan bahasa kebudayaan yang didapatkan adalah persatuan, sementara jika politik maka yang didapat adalah perbedaan.

“Maka jika kita ingin kuat, maka jadilah jarum yang merekatkan, bukan gunting yang memisahkan. Sebab jika kita terpisah dan tidak bersatu akan sulit dalam mencapai tujuan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera”, tandasnya.

Perwakilan Yayasan Adiluhung Nusantara, H. Adi Irawan mengapresiasi dan penghargaan kepada para pendidik PAUD yang hadir pada kegiatan itu, sebab keberkahan dari Allah SWT bagi orang yang menuntut ilmu untuk diamalkan kepada masyarakat.

Satu dari sekian permasalahan yang dihadapi pemerintah adalah pemerataan pendidikan di era global saat ini.

“Ditengah persaingan revolusi industri saat ini, jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka kita akan tertinggal. Namun perlu digarisbawahi bahwa hubungan emosional antara guru dan siswa tidak pernah akan bisa tergantikan”, ucapnya.

“Maka hal tersebut yang menjadi perhatian bagi kami bersama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) agar proses dan pola menyampaikan ilmu kepada anak didik dapat efektif dan menyenangkan serta tidak membosankan. Sebab peran guru harus dapat mencerahkan dan membawa nilai-nilai karakter kepada paa siswanya sehingga terbentuk generasi yang kreatif dan berkarakter unggul serta mampu bersaing ditingkat dunia”, tukasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Alamsyah melaporkan kegiatan yang diikuti 510 guru PAUD ini bertujuan agar seluruh guru PAUD di Sergai memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar mengajar.

“Kegiatan ini digagas oleh Bunda PAUD, Himpaudi, Dinas Pendidikan dan Yayasan Adiluhung Nusantara”, pungkasnya.(DM/02)

Share DataMedan

Leave a Reply