
Delapan Kali Ajukan Perbaikan, Di Era Rico Waas Nurhayani Akhirnya Punya Rumah Layak Huni
Medan,-Selama delapan tahun, Nurhayani Siregar tak berhenti mengajukan permohonan agar rumahnya yang hampir rubuh mendapat bantuan perbaikan. Penantian panjang itu akhirnya berbuah lega. Di masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, rumahnya di Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, kini berubah menjadi hunian permanen dan layak huni.
Rasa haru sekaligus syukur terpancar dari wajah Nurhayani ketika melihat rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun itu selesai dibedah melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.
Rumah tersebut sebelumnya didominasi material papan yang hampir rubuh. Kondisinya jauh dari kata layak, terlebih rumah itu telah menjadi tempat tinggal Nurhayani dan keluarganya selama 34 tahun.
Kini, suasananya berbeda. Rumah yang sebelumnya serba kayu telah berubah menjadi bangunan permanen.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak buat Bapak Wali Kota Medan, Pak Rico Waas. Dengan program bedah rumah Pemko Medan ini, rumah kami sudah terbangun. Yang tadinya papan semua, sudah mau rubuh, sekarang sudah permanen,” ujar Nurhayani saat ditemui ketika Wali Kota Medan Rico Waas meninjau rumahnya, Senin (5/10/26).
Kehadiran Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Nurhayani dan keluarga.
Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar membangun kembali rumah. Setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi rumah yang kurang layak, kini ia memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk keluarganya.
Nurhayani mengaku perjuangan mendapatkan bantuan tersebut bukanlah perkara singkat. Selama delapan tahun, ia berulang kali mengajukan permohonan agar rumahnya dapat diperbaiki.
“Sudah delapan tahun kami mengajukan ini. Perjuangan kami untuk mengajukan ini sudah delapan tahun,” ungkap Nurhayani didampingi anaknya Sri Herawati Pulungan.
Penantian itu akhirnya terjawab dimasa Wali Kota Medan Rico Waas setelah Pemko Medan merealisasikan program bedah rumah tersebut. Proses pembangunannya sendiri berlangsung sekitar satu bulan.
“Sudah sebulan,” kata Nurhayani ketika ditanya mengenai lama pengerjaan rumahnya.
Selain bersyukur atas rumah yang kini jauh lebih layak, Nurhayani yang telah menetap di lokasi tersebut selama 34 tahun juga menyampaikan harapan lain kepada Pemko Medan. Ia berharap dapat memperoleh perhatian melalui program bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), sebab saat ini dirinya terdata di Desil 6.
Harapan itu telah disampaikannya langsung saat bertemu Rico Waas. Ia berharap permohonannya dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah kecamatan dan kelurahan.
“Ya itulah, saya minta mudah-mudahan permintaan saya sama Pak Wali Kota ditanggapi. Tadi Pak Wali Kota sudah minta koordinasi sama Pak Camat dan Pak Lurah juga, nanti katanya Desil diturunkan,” ujarnya.
Di tengah rasa syukur itu, Nurhayani juga berharap program bedah rumah Pemko Medan dapat terus berlanjut. Menurutnya, masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal layak.
“Mudah-mudahan program ini berjalan terus buat warga-warga yang kurang mampu seperti kami, terbantu juga,” katanya.
Sebelumnya Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pembangunan rumah warga melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bukan sekadar mengganti atap, dinding atau lantai. Rumah yang diserahkan kepada warga harus benar-benar selesai dan dapat langsung memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.
Karena itu, saat melihat pengerjaan program rehabilitasi RTLH yang sudah memasuki tahap akhir, Rico Waas masih menemukan sejumlah bagian yang perlu diselesaikan, antara lain saluran air dan pengecatan.
“Ini masih ada beberapa yang perlu diatensikan, termasuk saluran air yang masih belum selesai, cat-cat yang juga masih belum kering. Itu perlu diatensikan supaya bisa segera, mungkin seminggu lagi sudah selesai,” ujar Rico.
Menurut Rico Waas, warga penerima bantuan tidak hanya membutuhkan bangunan baru, tetapi juga rumah yang benar-benar siap dihuni.
“Kalau bisa begitu serah terima, memang sudah rumah layak huni yang sudah bersih, sudah bagus. Jangan disisakan puing-puing. Begitu hanya dikasih rumah, sudah, ditinggal. Tidak. Jadi memang bagian dari pelayanan itu adalah sampai selesai betul, harus bersih,” tegas Rico Waas
Rico Waas mengatakan, perhatian terhadap rumah tidak layak huni merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga meminta kader Posyandu ikut berperan aktif menemukan keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.
“Saya juga pesankan kepada kader Posyandu untuk bisa mencari ataupun mendapatkan informasi di mana rumah-rumah yang tidak layak huni itu bisa direkomendasi untuk dibenahi,” ujar Rico Waas.
Peninjauan rumah Nurhayani juga membawa Rico Waas pada persoalan lain: ketepatan data penerima bantuan sosial.
Di lokasi, Rico Waas menemukan kondisi keluarga yang dinilai perlu mendapat perhatian, namun dalam data tercatat berada pada kategori Desil 6.
Temuan tersebut langsung mendapat perhatian Rico. Ia meminta pihak kecamatan melakukan verifikasi ulang agar kondisi faktual keluarga benar-benar sesuai dengan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan.



