2021, Pemkab Sergai Fokus Penanganan Stunting
Sergai, datamedan.com – Berhasil menekan angka kemiskinan sebesar 7,90 persen dari target awal 8,4 persen di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 – 2021, Pemkab Sergai kini focus untuk mengentaskan Stunting di Tanah Bertuah Negeri Beradat.
“Seperti kita ketahui bersama, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia 5 tahun (balita). Stunting mengganggu pertumbuhan fisik dan otak anak. Secara fisik anak stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya”, kata Wabup Darma Wijaya dalam Rakoor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sergai, di Aula Sultan Serdang Kantor Bupati di Sei Rampah, Rabu (18/12/2019).
Salah satu target yang tertuang dalam 21 raihan RPJMD Kabupaten Sergai tahun 2016-2021 adalah, menurunnya persentase stunting dari 28% menjadi 27,20% pada tahun 2021. Walaupun sampai tahun 2020 lanjut Wabup, Sergai belum menjadi daerah fokus stunting, namun angka 28% itu terbilang cukup tinggi.
“Kalau diumpamakan jika ada 10 anak maka hampir 3 orang dari mereka itu mengidap stunting”, katanya.
Saran Wabup, dalam mengatasi stunting ini agar petugas Program Keluarga Harapan (PKH), agar dapat turun ke lapangan bila mendapat laporan dari Desa untuk memastikan kebenaran data yang diperoleh, karena penyaluran bantuan kepada maasyarakat tersebut harus diawasi dengan benar..
Wabup juga mengajak semua Petugas Bidan Desa untuk selalu mengecek dan mendata jumlah ibu hamil yang ada di zona tugas masing-masing. Dengan tersedianya data dan jumlah ibu hamil tentu akan mempermudah dalam mengetahui asupan giji yang diberikan, kapan seorang ibu tersebut akan melahirkan serta pertolongan apa yang harus dilakukan.
Sebelumnya Kepala BAPPEDA Sergai Ir. Hj. Prihatinah melaporkan, latar belakang diadakannya kegiatan ini salah satunya merupakan respons dari semangat Presiden RI Joko Widodo yang getol membangun SDM sehingga perlu mempersiapkan generasi yang bebas stunting.
“Kami dari BAPPEDA telah melakukan berbagai hal mulai dari pemuktahiran basis data terpadu, penanganan fakir miskin, program penanggulangan kemiskinan dan beberapa program fundamental lainnya semaksimal mungkin”, tutupnya.(DM/02)



