SD Negeri 010008 Desa Pematang Sei Baru Sangat Memprihatinkan
Kisaran,DataMeda–Bangunan SD Negeri 010008 Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten Asahan, sebab kondisi bangunan sekolah SD satu-satunya di Desa itu dinilai layak untuk di renovasi. Terlihat bahwa atap dan asbes di ruang Sekolah tersebut sudah banyak yang bolong dan jebol tak hanya itu bahkan kamar mandi di Swkolah itu juga tidak dapat dipungsikan karena sudah rusak.
Kepala Sekolah SD Negeri 010008 Nur Aisyah saat diwawancara awak media Senin (26/8/2019) memgatakan bahwa sekolah tersebut sudah lama beridiri di Desa itu dan hanya satu satunya sekolah SD Negeri yang berada di Desa Pematang Sei Baru.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Asahan mau membantu pembangunan sekolah ini, ini juga sering kami sampaikan dalam Musrenbang,” ucap Kepala Sekolah saat diwawancarai.
Pengakuan Nua Aisyah, dahulunya SD 010008 Asahan ini merupakan sekolah favorit di Desa Sei Pematang Baru. Namun, kini hanya terdapat total 63 orang siswa yang memilih bersekolah di tempat tersebut, mulai kelas satu hingga kelas enam.
Hal ini membuat dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan gedung sekolah. Diungkapkan Nur Aisyah, staf pengajar di sekolah tersebut terdiri dari delapan PNS dan tiga tenaga honorer.
“Kalau pakai dana BOS nggak cukup, siswa kami hanya 63 orang. Dana BOS diterimakan sesuai jumlah siswa,” ucapnyanya.
Meski kondisi gedung sekolah memprihatinkan, Aisah siswa kelas dua di SD 010008 Pematang Sei Baru tetap bersemangat bersekolah.
“Penginnya sekolahnya dicantikkan, biar enak belajar,” ucapnya polos.
Diwaktu yang sama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Asahan, Sofian Marpaung mengatakan, masih banyak sekolah di Kabupaten Asahan yang kondisinya memprihatinkan, Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survey yang bertujuan untuk mencari tahu tingkat kerusakan di setiap sekolah.
“Dari total hampir 400 sekolah yang ada di Asahan, memang semata mata kalau berharap pada APBD akan kurang maksimal. Sekarang kami masih lakukan pendataan up to date. Dari situ kami akan menjalankan program dengan melakukan perbaikan sekolah berdasarkan tingkat kerusakan untuk menjadi skala prioritas,” jelas Sofian.(DM/Nanda Erlangga).

