GM PEKAT-IB Desak Pemkab Asahan Tetapkan UMK Karyawan Irian Market Kisaran
Asahan,DataMedan–Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Generasi Muda Pembela Kasatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kabupaten Asahan, desak Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Asahan menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karyawan yang bekerja di Irian Market Kisaran.
Diduga Karyawan Irian Market Kisaran menerima gaji tidak sesuai UMK Asahan serta disinyalir bahwa banyaknya karyawan tidak terdaftar di BPJS. Hal tersebut disamapaikan Adi Chandra Pranata selaku orator Aksi.
“Diduga Irian Market Kisaran tidak menjalankan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan dan Peraturan Bupati (Perbup) No 43 tahun 2018 tentang kewajiban kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam pemberian pelayanan publik tertentu,”ujarnya dalam orasi, Senin (24/2/2020).

Menurut pendemo diduga banyaknya karyawan yang bekerja di Perusahaan yang ada di Kabupaten Asahan tidak menerima UMK, maka dari itu GM Pekat IB mempertanyakan kinerja Disnaker Asahan dalam fungsi pengawasan.
“Kami menduga banyak karyawan yang tidak sejahtera kami mendesak Disnaker Asahan segera tegaskan kepada perusahaan agar menerapkan peraturan yang cocok,”ungkap Adi Chandra.
Setelah menyampaikan aspirasi dan tuntutan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Asahan melalui Bidang Hubungan Industrial, mengatakan tidak memiliki wewenang dalam memberikan sanksi tegas kepada perusahaan sebab yang memiliki kewenangan lebih tegas itu Disnaker Provinsi Sumatera Utara.
“Kami cuma bisa berikan halo-halo aja nya,” terang Hermansyah dengan nada dan mimik wajah kebingungan.
Terkait UMK, perusahaan bisa saja meminta penangguhan kepada Pemerintah namun saat ini di Asahan tidak ada yang meminta penangguhan kepada Pemerinrah Asahan.
“Kita akan lakukan upaya terbaik, dan ini akan kami sampaikan ke UPT Provinsi secepat mungkin,” akhir Hermasnyah.
Mendengar pernyataan dari pihak Disnaker, pendemo merasa tidak puas dan melanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Asahan dan sempat ricuh aksi dorong-dorongan petugas Satpol PP Asahan dengan Pendemo karena kecewa Bupati sedang tidak diruang Kerja.
“Baik kawan-kawan jika setelah menyampaikan aspirasi kita ini tidak ada perubahan kepada karyawan, maka kami akan aksi unjuk rasa dengan membawa masa lebih banyak,”ujar pendemo sambari meninggalkan lokasi.



