Pendampingan Pembelajaran Multimedia untuk Meningkatkan Kompetensi Pendidik SD Bintang Pertiwi di Era Revolusi 4.0
Medan,-Pada Era Revolusi Industri 4.0 yang sarat akan teknologi yang super cepat membawa perubahan yang signifikan, salah satunya terhadap warna sistem pendidikan di Indonesia.
Perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan tentunya juga akan berdampak pula pada peran guru sebagai tenaga pendidik yang mentransfer ilmu kepada peserta didik. Dalam hal ini guru seharusnya dituntut memiliki kompetensi tinggi untuk menghasilkan peserta didik yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.
Situasi yang seperti sekarang ini membuat para para akademisi khususnya para Dosen UMN Al-Washliyah Medan peduli dengan situasi yang dihadapi oleh para pendidik dengan melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) dengan memberikan Pendampingan Pembelajaran Multimedia untuk Meningkatkan Kompetensi Pendidik yang digunakan selama pembelajaran daring dirumah.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada Sabtu (06/11/2021) secara tatap muka sesuai protocol kesehatan dan dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Bintang Pertiwi Ibu Netty Herawati, S.Pd. , Dosen Prodi Bahasa Inggris, Yulia Sari Harahap, S.Pd., M.Hum beserta tim Dosen UMN Al-Washliyah.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di SD Swasta Bintang Pertiwi Jl. Tani Asli Dusun II, Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang.
“Pembelajaran berbasis multimedia ini berhubungan dengan penggunaan lebih dari satu macam media untuk menyajikan informasi.Misalnya video music adalah bentuk multimedia karena informasi yang diberikan menggunakan audio/suara dan video. Dan untuk menerapkan pembelajaran secara tatap muka dan daring diharapkan guru memiliki kompetensi dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan keahlian dalam memilih aplikasi media yang tepat untuk menerapkan dalam kelas,” jelas Yulia Sari Harahap, S.Pd., M.Hum.
Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdian juga memberikan contoh beberapa aplikasi yang bisa digunakan sebagai media dalam pembelajaran diantaranya penggunaan smartphone oleh guru dan peserta didik sebagai media pembelajaran berbasis android.
“Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan komptensi pedagodik guru dan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran yang interaktif. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik,”jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan yang sangat positif dari kepala Sekolah dan Guru-guru bintang pertiwi, terlihat dari guru-guru yang sangat antusias mengikuti pelatihan dengan tertib. “Diharapkan nantinya kegiatan ini bisa membantu guru-guru untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik dan tidak mengalami kejenuhan selama pembelajaran,” ucapnya.



