Ekonomi

Prof. Usman Jakfar Dorong Pasar Murah Baju Lebaran: Jangan Hanya Sembako, Sandang Juga Harus Terjangkau

Medan,-Ketua Fraksi FPKS DPRD Provinsi Sumatera Utara, Prof. Usman Jakfar, meminta agar program gerakan pasar murah yang digelar pemerintah menjelang Ramadan 1447 H dan Idulfitri 2026 tidak hanya berfokus pada sembilan bahan pokok (sembako), tetapi juga mencakup kebutuhan sandang, khususnya baju Lebaran.

Menurut Prof. Usman, selama ini pasar murah cenderung difokuskan pada kebutuhan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan komoditas pokok lainnya. Padahal, menjelang Idulfitri kebutuhan masyarakat tidak hanya meningkat pada sektor pangan, tetapi juga sandang, terutama bagi anak-anak dan keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Gerakan pasar murah harus menjawab kebutuhan riil masyarakat. Menjelang Idulfitri, kebutuhan itu bukan hanya soal makan, tetapi juga pakaian. Baju Lebaran menjadi kebutuhan penting yang juga perlu dipikirkan oleh pemerintah,” ujar Prof. Usman, Selasa (17/02/2026).

Ia menilai, dengan kondisi ketahanan pangan Sumatera Utara yang relatif aman, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan program pasar murah. Data menunjukkan produksi beras Sumatera Utara pada 2025 mencapai lebih dari 2,22 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga terdapat surplus yang signifikan.

Sejumlah komoditas strategis juga terpantau stabil menjelang Ramadan 1447 H. Harga cabai merah berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, daging ayam sekitar Rp42 ribu per kilogram, daging sapi sekitar Rp142 ribu per kilogram, serta minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp15.700 per liter. Satgas Pangan pun terus memantau pergerakan harga guna memastikan stabilitas pasar.

Pada Ramadan sebelumnya, Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan yang relatif terkendali, yakni sekitar 0,68 persen pada Maret 2025. Capaian ini menunjukkan tekanan harga mampu dikelola meski terjadi peningkatan permintaan selama bulan suci.

Berkaca pada kondisi tersebut, Fraksi FPKS DPRD Sumut mendorong agar kebijakan dan anggaran pasar murah diperluas hingga menyentuh kebutuhan sandang melalui program pasar murah baju Lebaran.

Prof. Usman mengusulkan agar program ini melibatkan pelaku UMKM lokal, penjahit, serta konveksi daerah. Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan pakaian dengan harga terjangkau, skema ini juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Pasar murah baju Lebaran bisa menjadi solusi yang saling menguntungkan. Masyarakat terbantu, UMKM bergerak, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” jelasnya.

Fraksi FPKS DPRD Sumut, lanjutnya, berkomitmen mengawal usulan tersebut melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran agar program pasar murah benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian sosial yang konkret. Pemerintah harus hadir bukan hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga menjaga martabat dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut hari raya,” pungkas Prof. Usman.

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan