Parbetor Asahan Ikuti Gema Cermat Di Dinkes Asahan
Kisaran,-Dinas Kesehatan gelar kegiatanGerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) guna mendukung Program Penggunaan Obat Rasional (POR), yang diikuti Para Pengendara Becak Bermotor (Parbetor) di Aula Dinkes Asahan, Rabu (4/9/2019).
Dalam penyampaian Kepala Dinas Kesehatan Dr Aris Yudhariansyah menjelaskan penggunaan Obat Rasional (POR) merupakan salah satu upaya pembangunan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu guna mencapai standar keselamatan pasien (Patien safety) WHO.
“Penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya dan dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan,” jelaa Kadiskes.
Menurutnya, Kurangnya informasi penggunaan obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan, memicu penggunaan obat secara tidak tepat oleh masyarakat, baik itu kurangnya kepatuhan terhadap pengunaan obat yang diresepkan, ataupun banyaknya masyarakat yang menggunakan obat tanpa resep/pengobatan sendiri (swamedikasi), yaitu upaya pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.
Hasil Riset Kesehatan tahun 2013 menunjukkan sebanyak 35,2% masyarakat menyimpan obat di rumah tangga, dimana 27,8% dari obat tersebut adalah antibiotikyang diperoleh tanpa resep.
Selain karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan, swamedikasi juga terjadi akibat tingginya promosi obat oleh perusahaan melalui berbagi media.
Pada tahun 2015 Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) guna mendukung Program Penggunaan Obat Rasional (POR).
Gerakan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menyimpan dan menggunakan obat dengan benar. GeMa CerMat telah di sosialisaskan sejak tahun 2017 pada kabupaten/kota terpilih, dan melibatkan institusi pendidikan serta komunitas masyarakat.
“Namun hal tersebut belum memenuhi cakupan masyarakat sehingga sosialisasi lanjutan perlu dilaksanakan dan melibatkan pihak-pihak terkait,” akhir Dr Aris.(DM/Nanda Erlangga).


