Peristiwa

Dosen UMN Al Washliyah Paparkan Soal Manajamen Stres di Kalangan Guru TK di Masa Pandemi

Medan,-Wabah COVID-19 membuat banyak kegiatan publik beralih dengan pusat aktivitas utamanya berada di rumah. Banyak orang mengalami tekanan dan stres selama pandemi. Situasi ini merupakan realitas baru yang juga dialami dunia pendidikan utamanya terjadi pada pengajaran di TK (Taman Kanak-Kanak).

Situasi ini juga membuat para akademisi khususnya para Dosen UMN Al-Washliyah Medan peduli dengan situasi yang dihadapi oleh para pendidik dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi multiliterasi tentang adaptasi pembelajaran di masa Pandemi Covid-19.

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada hari Senin tanggal 7 Desember 2020 secara tatap muka sesuai protokol kesehatan dan dihadiri Kepala Sekolah Ibu Ridha Julia Br Sembiring, S.Pd beserta Ibu Guru Yayasan Pendidikan TK Swasta Jannat Al Baqi. Juga dihadiri oleh dosen Prodi PG-PAUD; Aminda Tri Handayani, S. Psi, M. Psi beserta tim dosen UMN AL-Washliyah .

Di saat diterapkannya school from home atau belajar dari rumah, bagi sebagian orangtua murid, hal itu menjadi petaka bagi mereka, jika sudah stres, tak jarang seseorang menjadi lebih emosional, akhirnya kekesalan dan kemarahannya dilampiaskan kepada anak dan juga guru.

“Anak yang kerap dimarahi atau diteriaki akan berdampak buruk. Tidak hanya dari faktor orang tua murid saja, Pekerjaan sebagai guru TK memiliki tingkat stres yang cukup signifikan karena pekerjaan guru berhadapan dengan banyaknya tuntutan, interaksi dalam pekerjaan, dan jaminan kesejahteraan yang belum merata,” jelas Aminda Tri Handayani, S. Psi, M. Psi.

Dikatakannya, Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang memiliki pengaruh langsung pada emosi, proses berpikir dan kondisi fisik seseorang. Banyak orang tidak menyadari kalau mereka sedang mengalami gejala yang disebut stres.

“Untuk mengenali gejala dampak stres ketika seseorang stres, tubuh akan memberikan respon yang akhirnya memengaruhi kondisi psikis, fisik, dan akhirnya memengaruhi perilaku seseorang,” terangnya.

Aminda Tri handayani, S. Psi, M. Psi juga mengatakan ada beberapa usulan solusi yang ditawarkan misalnya pengadaan manajemen stres buat guru.”Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Managemen stres ini diperlukan untuk menjaga kestabilan emosi pendidik agar tidak berimbas kepada anak didik yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran,” ungkapnya.

Tujuan manajemen stres bagi guru, kata Amida, antara lain untuk memberikan suatu wadah bagi terciptanya dukungan emosi dan sosial di antara para guru. Selain itu juga akan diajarkan untuk mengenali gejala-gejala stres serta efeknya bagi pekerjaan sebagai seorang guru.

“Selanjutnya juga diajarkan berbagai macam teknik untuk mengelola stres yang mencakup aspek emosi, kognitif, perilaku dan aspek fisik,” pungkasnya.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyrakat ini diharapkan dapat bisa membantu Guru-guru bisa menolong para guru untuk mengelola stres yang ada. Juga memudahkan mentransfer ilmu kepada peserta didik dan tidak mengalami Kejenuhan selama pembelajaran daring.

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan