Peristiwa

Tersalur Medan Goes to School: Edukasi Mengenai Dampak Mengkonsumsi Pornografi di SMA Al-Fityan Medan

Medan, – Tersalur Medan telah melaksanakan sosialisasi mengenai dampak dan bahaya mengkonsumsi pornografi di SMAIT (Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu) Al-Fityan Medan pada Jumat (24/11/23). Acara tersebut diisi oleh 3 pemateri yang membawakan pembahasan dari sudut pandang ekonomi, new media, dan psikologis.

Pemateri-pemateri yang dihadirkan pada acara ialah Fahmi Azhari SE dan Nazil Mumtaz S.I.Kom, perwakilan dari Tersalur Medan yang sekaligus merupakan pegiat ekonomi syari’ah dan pegiat media sosial. Selain itu, acara Tersalur Medan Goes to School juga mendatangkan guru BK SMAIT Al-Fityan Medan, Ustadz Teguh Prasatia Sinambela yang membawakan materi dari segi psikologis.

Dalam penyampaian materinya, Fahmi menyatakan dampak pornografi dari segi ekonomi tidak banyak diperbincangkan karena dampak tersebut tidak merugikan ekonomi global, melainkan setiap individu.

“Rasa penasaran mungkin ada, karena ada zat dopamin di otak yang dirusak. Ketika zat kimia dopamin ini sudah berproses di dalam pikiran kita, maka ada aksi yang lebih luar biasa yaitu sudah sampai berani mengeluarkan uangnya untuk memenuhi kebutuhannya (pornografi) itu,” ujar Fahmi.

Nazil, pemateri dari segi new media merasa penyebaran pornografi di sosial media mirip konsep kerjanya dengan citizen journalism. Sebab di era modernisasi ini, individu memiliki kebebasan untuk memposting konten yang mereka sukai. “Jadinya berpotensi menjadi penyebar video porno saking gampangnya. Itu yang bahaya, semudah itu akses pornografi. Yang bisa kita lakukan adalah menutupinya dengan konten-konten yang mungkin lebih edukatif, itu fungsi kita sebagai agent of change,” jelas Nazil.

Ustadz Teguh berpendapat, dari segi psikologis kecanduan pornografi dikhawatirkan dapat menyebabkan kelainan seksual. “Ketika sudah candu, pasti sulit untuk menghentikannya. Tapi bagi kalian yang sudah kecanduan, durasinya dikurangi,” sebut Ustadz Teguh.

Nazil menambahkan, tantangan paling signifikan pada pecandu pornografi adalah sulitnya menemukan bantuan psikologis. “Kalau di bungkus rokok itu sudah ada trigger-nya supaya kita berhenti merokok seperti foto-foto, sama satu lagi di bungkus rokok itu ada call center. Itu tantangan pecandu pornografi, tidak ada tempat mengadu. Call center itu, tempat pengaduan itu yang menjadi tantangan kita,” tambah Nazil.

Zhafran, ketua OSIS SMAIT Al-Fityan merasa sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi penanggulangan kecanduan pornografi. “Sangat memberikan edukasi yang penuh, mungkin yang selama ini masih bingung cara bagaimana keluar dari pornografi akhirnya menemukan titik terang dari hasil edukasi yang diberikan pemateri-pemateri hebat tadi,” kata Zhafran.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab kepada para pemateri dan ditanggapi dengan interaktif oleh para murid SMAIT Al-Fityan Medan yang berhadir di acara.

 

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan