Soal Isu SARA di PDI Perjuangan Medan, Hj.Fitriani Manurung : Ini Kemunduran Berpolitik
Medan,-Dinamika politik di tubuh DPC PDI Perjuangan Kota Medan mulai menghangat seiring akan bergulirnya pemilihan ketua. Namun, aroma kurang sedap justru muncul ketika isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan) diduga coba dimainkan oleh pihak-pihak tertentu.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Dr. Hj. Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd, menyatakan keprihatinannya atas fenomena tersebut. Ia menilai, langkah itu bukan hanya tidak bermartabat, tetapi juga mencerminkan sikap berpolitik yang dangkal dan murahan.
“Cara-cara seperti itu jelas bukan tradisi politik PDI Perjuangan. Kita harus menjunjung tinggi adab, santun, dan etika. Membawa-bawa isu SARA hanyalah bentuk kemunduran dalam berpolitik,” tegas Fitriani, Kamis (25/09/2025).
Menurut Fitriani, kompetisi internal partai semestinya berjalan dalam koridor demokrasi yang sehat. Siapapun kader yang maju nantinya, selama sesuai garis perjuangan partai, harus dihormati. “PDI Perjuangan itu partai ideologis. Kita ditempa untuk disiplin organisasi dan taat pada keputusan partai, bukan untuk mengotori proses dengan isu-isu yang memecah belah,” ucapnya.
Fitriani mengingatkan bahwa politik yang santun adalah fondasi penting bagi keberlangsungan partai. Dengan mengedepankan etika, kader tidak hanya menunjukkan kedewasaan, tetapi juga memberikan teladan kepada masyarakat luas tentang bagaimana berpolitik secara benar.
Di sisi lain, Fitriani menaruh hormat kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE. Ia menilai kepemimpinan Hasyim berhasil membawa PDI Perjuangan semakin diperhitungkan di kancah politik Medan.
“Di bawah kepemimpinan Pak Hasyim, PDI Perjuangan berhasil memenangkan Pilkada Medan di era Bobby Nasution, dan tiga kali berturut-turut memenangkan Pemilu Legislatif di Kota Medan. Itu bukti nyata kapasitas politik beliau,” ujar Fitriani.
Lebih jauh, ia menilai Hasyim bukan hanya cakap dalam strategi politik, tetapi juga sosok yang menjunjung tinggi toleransi. Hasyim dikenal aktif mendorong pengembangan Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan, menunjukkan perhatian serius terhadap kehidupan keagamaan dan kebersamaan lintas iman.
Fitriani berharap, kontestasi pemilihan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan dapat berjalan demokratis, sehat, dan penuh rasa kekeluargaan. “Kita semua adalah keluarga besar PDI Perjuangan. Jangan sampai karena ambisi politik, persaudaraan ini terkoyak hanya karena isu-isu yang tidak bermartabat,” pungkasnya.
Bagi Fitriani, menjaga marwah partai jauh lebih penting daripada sekadar perebutan jabatan. Sebab, menurutnya, masyarakat kini semakin cerdas dan bisa menilai siapa yang berpolitik dengan gagasan dan siapa yang hanya mengandalkan isu murahan.



