Politik

Rajudin Sagala: Program Penanggulangan Kemiskinan, Fraksi PKS Fokus Perjuangkan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Medan,-Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Rajudin Sagala, S.Pd.I, menyampaikan pentingnya implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah ke-VI Tahun Anggaran 2026, Perda Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, yang dilaksanakan disejumlah tempat dinataranya, di Jalan Kejaksaan No 37 Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Jalan Albadar 1 Tj. Gusta, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Jalan Kamboja 13 Perumnas Helvetia Kec. Medan Helvetia Kota Medan, Jalan Karya Dame No 70 Kel Karang Berombak Kec Medan Barat, Minggu (14/06/2026).

Dalam mengimplementasikan program penanggulangan kemiskinan pihaknya terus memperjuangkan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu melalui Fraksi PKS di DPRD Kota Medan.

“Kami di Fraksi PKS terus mengusulkan dan memperjuangkan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan maupun peningkatan keterampilan kerja. Harapannya, angka kemiskinan di Kota Medan dapat terus menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Politisi senior PKS Kota Medan ini menegaskan, melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, Fraksi PKS berkomitmen mendorong kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kota Medan.

“Penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh berbagai aspek mendasar yang menjadi kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga penyediaan lapangan pekerjaan, ” ungkapnya.

Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama yang harus mendapat perhatian pemerintah. Melalui program Universal Health Coverage (UHC) Gratis, masyarakat kurang mampu dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya.

“Masalah kesehatan sering menjadi salah satu penyebab masyarakat terjebak dalam kemiskinan. Karena itu, program UHC Gratis harus terus diperkuat agar seluruh warga yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mudah dan tanpa biaya,” ujar Rajudin.

Selain kesehatan, Rajudin juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Ia menyebut berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Bantuan Siswa Miskin, harus terus diperluas agar tidak ada anak-anak Kota Medan yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

“Pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu harus mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang baik,” katanya.

Di bidang ekonomi, Rajudin terus memperbanyak program pelatihan keterampilan yang dapat langsung digunakan masyarakat untuk bekerja maupun berwirausaha. Pelatihan seperti montir mobil, montir sepeda motor, dan berbagai keterampilan kerja lainnya dinilai mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memperoleh penghasilan.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri,” pungkasnya.

Share DataMedan

Tinggalkan Balasan